Resensi Buku: HelloMotion Couple Goals

#Pojok Literasi 1

Akhirnya selesai juga membaca buku ini. Karena kebetulan ikut challenge juga, lalu jadi berpikir kenapa tidak sekalian membuat satu tempat tersendiri di blog ini untuk resensi bukuSaya rasa informasi ini juga akan bermanfaat untuk yang lainnya. Kebetulan saya dan suami memiliki salah satu hobi yang sama, yaitu membaca. Tak jarang obrolan dan diskusi kami berawal dari buku apa yang sedang atau selesai kami baca.

Pojok Literasi 1
Buku yang memiliki dua cover sekaligus
Judul: HelloMotion Couple Goals
Kisah Manis Pasangan Kreatif co-founder Hellomotion Academy
Penulis: Wahyu Aditya & Arie Octaviani
Penerbit: PT Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tahun terbit: Juli 2017
Jumlah halaman: 231 halaman
ISBN: 978-602-291-385-6
Genre: Non-fiksi
Rating: 9/10

Jadi buku ini ada dua cover, yang menunjukkan bahwa ada dua kontributor di dalamnya. Menarik banget sih, inti dari ceritanya sama namun ditulis dari dua perspektif secara langsung. Yakni dari Wadit (Wahyu Aditya) sebagai sudut pandang laki – laki, suami dan juga sekaligus ayah. Di lain sisi ada dari @nengarie (Arie Octaviani) sebagai sudut pandang perempuan, istri dan juga ibu. Namun, ada juga bagian dari buku yang merupakan tulisan dari mereka berdua. Saya rasa, menjadi sebuah paket lengkap ketika memang buku ini bercerita tentang couple goals.

Sejujurnya, ketika awal mula suami saya memberi tahu bahwa dia membeli buku ini, saya tidak ada bayangan sama sekali mengenai apa itu Hellomotion Academy. Atau siapa itu Wahyu Aditya dan Arie Octaviani. Semua masih terdengar asing. Sampai akhirnya saya membaca buku ini dan bahkan mencari tahu lebih jauh tentang mereka. Ternyata Wadit ini adalah pembuat animasi pada video klip Padi yang berjudul “Bayangkanlah”. Dia juga merupakan juara dunia di ajang Young Creative Entrepeneur 2008 yang diselenggarakan oleh British Council. Wadit dan @nengarie pernah menjadi karyawan di TransTV, yang saat itu menjadi stasiun TV baru dengan konten – konten menarik dan memiliki nilai kreatif.

Jadi HelloMotion Academy itu adalah tempat kursus animasi dan desain visual yang didirikan sejak tahun 2004. Dimana lebih menitikberatkan kepada perkembangan konten visual dengan berbagai cara (baik edukasi maupun apresiasi). Di buku ini diceritakan bagaimana awal mula perjalanan karir Wadit sebagai founder tidak berjalan mulus begitu saja. Dari HelloMotion Academy itu juga lahir HelloFest yang berkaitan dengan dunia event dan festival. Lalu muncul juga HelloMotion High School di tahun 2017 sebagai bentuk keseriusan mereka di dunia pendidikan.

Pencapaian saat ini merupakan buah kerja keras, persistence, dan daya juang tinggi dari segala fase hidup yang dilalui. Untuk menikah, mereka juga memiliki konflik tersendiri. Sampai akhirnya urusan berumah tangga dan parenting juga menjadi bahasan di buku ini. Dari mulai konflik serta pelajaran hidup dalam merintis bisnis juga coba digambarkan. Saya rasa ini adalah bentuk nyata dari orang – orang yang memperjuangkan passion-nya.

Saya melihat adanya kolaborasi yin & yang antara mereka. Wadit yang seniman, memiliki jalan pemikiran yang kreatif dan visioner, serta sangat kuat mengasah otak kanan. Dipertemukan dengan @nengarie yang teliti, memiliki jalan pemikiran realistis dan terstruktur, serta cenderung kuat mengasah otak kiri. Namun mereka disatukan oleh irisan tekad yang sama – sama ingin mengejar sesuatu yang diinginkan. Mereka memilih berjalan beriringan sesuai dengan kapabilitas masing – masing. Banyak cerita yang mereka ungkap di buku ini.

Apa yang disukai dari buku ini?

Saya suka penampilan buku ini. Ada ilustrasi yang menghibur dan masih relevan dengan konten cerita. Hal tersebut juga membuat saya tidak bosan, dibandingkan harus membaca rentetan tulisan saja. Warna dan tekstur kertas juga membuat mata tidak lelah untuk sekali baca dalam durasi yang panjang. Serta font yang dipakai pun terasa non-formal tapi masih nyaman untuk dibaca. Lalu yang terpenting adalah isi buku yang inspratif. Mendapatkan insight baru mengenai karakter orang sebagai pasangan, gaya parenting yang mereka terapkan, serta kekompakan mereka sebagai partner kerja sekaligus partner rumah tangga. Saya rasa ini bisa juga jadi bagian buku parenting yang dikemas kreatif, bukan penjelasan teori namun contoh nyata kehidupan sehari – hari.

IMG_5383
Ilustrasi yang diselipkan di beberapa halaman buku

Apa yang kurang disukai dari buku ini?

Mungkin hal ini lebih ke arah selera. Dimana saya lebih suka membaca buku itu sesuai alur daftar isi. Namun buku ini, memiliki alur yang kadang loncat – loncat. Ketika di bab ini menceritakan parenting di saat ini, bab selanjutnya kembali lagi ke alur awal – awal merintis usaha.

FotoJet (4)_533x800
Daftar Isi Buku

Kesimpulan

Jika ada yang berkeinginan memiliki usaha bersama pasangan, buku ini sangat cocok untuk dibaca. Karena mereka juga menceritakan bagaimana suka dukanya sebuah pasangan sekaligus partner kerja. Serta kira – kira apa kunci dari suksesnya memiliki bisnis bersama. Dari membaca buku ini, saya jadi makin semangat untuk mengejar apa yang menjadi keinginan saya lalu dikolaborasikan dengan apa yang menjadi keinginan suami. Lalu saya jadi ikut subscribe youtube channel “Mas Waditya” untuk mengikuti kebersamaan keluarga mereka. Hehe..

Tidak ada buku panduan tentang pernikahan yang benar – benar tepat bagi setiap pasangan. Segala yang terjadi dalam pernikahan adalah pertanyaan sekaligus jawabannya. Harus dijalani bersama, atau sendiri – sendiri sesuai kodratnya

-Wahyu Aditya (hal. 82)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Jogja (masih) Istimewa

Day-2

Pagi hari pukul 06.30 kami semua sudah siap untuk mencari sarapan di sekitar hotel tempat kami menginap. Kami memilih untuk kamar no-breakfast, karena Jogja masih relatif sangat mudah mencari makan. Tadinya juga kami pikir, toko dan restoran di sepanjang Jalan Prawirotaman ada yang buka gitu untuk sarapan. Ternyata, kami salah 😆 .

IMG_4147_1067x800
Susana Jalan Prawirotaman di pagi hari

Sekedar cerita, semalam kami melewati Jalan Prawirotaman, pemandangan dan suasananya benar – benar seperti di Ubud. Saya dan suami langsung baper, mengingat masa honeymoon di sana (ciyeeeeee). Sepanjang jalan tersebut ga ada yang sepi pengunjung. Dan didominasi oleh para wisatawan manca negara. Karena semalam kami sudah sangat kenyang, lelah dan anak kami sudah terlelap, maka kami berencana menyusuri jalanan di pagi hari saja. Jadi, bagi yang ingin menikmati suasana “kampung bule” Prawirotaman silakan kesana di sore atau malam hari. Supaya lebih dapet suasananya. Continue reading “Jogja (masih) Istimewa”

Family Trip #1 Ada Apa dengan Jogja?

Day-1

Alhamdulillah kesempatan jalan – jalan saat suami libur adalah hal yang kami tunggu. Sebagai pejuang LDR atau LDM, rasanya quality time itu menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Biasanya kami jalan – jalan bertiga, pergi dan menginap ke kota lain untuk menghabiskan waktu bersama.

Kebetulan anak kami (Nadhifa, 4th) sangat senang kalau diajak pergi – pergi keluar kota. Rekor terjauh untuk perjalanan jauh melalui udara adalah ke Balikpapan dan untuk perjalanan darat (naik kendaraan pribadi) adalah ke Cilacap. Nanti lah ya nak, Insya Allaah kita menjelajah ke banyak tempat lagi 😀 .

Nah, kemarin kami pergi ke Jogja. Entah kenapa, Jogja masih jadi destinasi favorit. Selaluuu ada perasaan ingin ke Jogja. Mungkin juga karena saya dan suami pernah merasakan fase hidup menjadi mahasiswa di sana. Selain masih banyak tempat yang belum didatangi, Jogja masih relatif dekat dari Solo dan harga untuk menginap maupun makan juga masih sangat terjangkau ;). Tadinya kami sudah bikin catatan destinasi mana saja yang akan didatangi, termasuk tempat – tempat shooting Ada Apa dengan Cinta 2 😆

Kemana saja di Jogja?

1. Joebilly Guitars

IMG_4069_1067x800
Tampak depan dari toko

Begitu sampai di Jogja, suami langsung request untuk pergi ke Joebilly Guitars. Toko ini melayani jual beli gitar bekas maupun baru. Barang – barang yang mereka jual antara lain gitar listrik, gitar akustik, bass, amplifier, effect pedals dan beragam aksesoris lainnya. Continue reading “Family Trip #1 Ada Apa dengan Jogja?”

SOSOK INSPIRATIF #1, SARA NEYRHIZA

Kali ini saya mau membagikan hasil ngobrol saya dengan the one and only Best Announcer of the KPID Jateng Award 2018. Sebelumnya, saya mengenal Sara dengan nama Zahra Noor Eriza. Tapi memang semenjak terjun di dunia broadcast, dia berganti nama menjadi Sara Neyrhiza. Alasannya adalah karena pengucapan melalui radio akan lebih jelas terdengar dengan nama Sara dibandingkan Zahra. Sara lahir di Solo tahun 1990 dan memiliki background pendidikan Ilmu Komunikasi serta Manajemen Marketing.

WhatsApp Image 2018-07-26 at 091102

Saat saya mendengar namanya, yang terbayang adalah sosok perempuan yang produktif dan mencintai pekerjaan – pekerjaan yang dia jalani saat ini. Kalau ditanya kesibukannya apa, saya pribadi akan menyusulkan pertanyaan “Kamu masih sempat melakukan itu semua?” Continue reading “SOSOK INSPIRATIF #1, SARA NEYRHIZA”

A Home Team

Tulisan ini saya buat karena mengikuti kuliah whatsapp Ibu Profesional dengan judul yang sama. Pematerinya adalah sebuah keluarga yang terdiri dari 3 anggota yakni Bapak Lukmanul Hakim (sebagai leader dan driver), Ibu Noor widyaningsih (sebagai eksekutor program & juru bicara) dan Qaulan Sadiida (sebagai eksekutor dan navigator). Wah masing – masing nampaknya memiliki peran yang “tidak biasa” ya..

ground group growth hands
Photo by Pixabay on Pexels.com

Kenapa menyebutnya dengan HOME TEAM? Continue reading “A Home Team”

Mengenal Institut Ibu Profesional (IIP)

tittle

Yeay..  postingan pertama!

Postingan pertama saya ini khusus saya dedikasikan untuk Institut Ibu Profesional atau biasa disingkat dengan IIP ini. Yup, kenapa? Karena melalui kegiatan matrikulasi kemarin itulah, saya tergerak untuk menulis lagi. Dan pastinya ingin berkontribusi lebih baik dan lebih banyak lagi.

Adakah yang belum tau mengenai Institut Ibu Profesional?

Continue reading “Mengenal Institut Ibu Profesional (IIP)”